Bangka BelitungPangkalpinang

Banjir Rob Melanda Kota Pangkalpinang, BPBD Catat 133 Rumah Terdampak

27
×

Banjir Rob Melanda Kota Pangkalpinang, BPBD Catat 133 Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Tim BPBD Pangkalpinang pantau banjir rob.
Tim BPBD Pangkalpinang pantau banjir rob.

BANGKA BELITUNG, BERITA BAIK — Banjir rob akibat pasang air laut kembali melanda sejumlah wilayah pesisir yang terletak di dataran rendah Kota Pangkalpinang. Fenomena alam ini menyebabkan genangan air yang menggenangi pemukiman warga pada pagi hari.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, sebanyak 133 rumah di tiga kecamatan terdampak banjir rob, dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter. Wilayah-wilayah yang terimbas berada di kawasan pesisir yang memang rawan terkena dampak pasang air laut.

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, menjelaskan bahwa banjir rob ini dipicu oleh puncak pasang air laut yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB. Air laut naik selama lebih kurang empat jam, dan baru mulai surut sekitar pukul 10.00 WIB. “Kami telah melakukan pendataan terhadap rumah dan warga yang terdampak, berkoordinasi dengan RT dan RW setempat, serta terus memantau perkembangan banjir di daerah-daerah tersebut,” ungkap Dedi dalam konfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (18/12/2024).

Menurut Dedi, kawasan yang terdampak memang sering mengalami banjir rob, karena lokasinya yang berada di dataran rendah dan rawan terhadap fenomena pasang air laut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan peringatan bahwa puncak pasang air laut diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Desember 2024. Kondisi ini berisiko semakin parah jika hujan turun bersamaan dengan pasang air laut.

“Jika hujan turun bersamaan dengan pasang air laut, maka intensitas banjir rob akan semakin besar,” kata Dedi. Ia juga mengimbau warga di wilayah rawan banjir untuk selalu waspada, terutama pada musim cuaca ekstrem saat ini. “Jika ada kebutuhan mendesak, masyarakat bisa menghubungi BPBD. Kami siap memberikan bantuan tenaga dan logistik,” tambahnya.

Selain itu, Dedi mengingatkan masyarakat untuk mengamankan dokumen penting dan barang berharga agar tidak rusak akibat genangan air. BPBD juga siap memberikan bantuan logistik maupun tenaga jika diperlukan.

“Kondisi air biasanya mulai surut pada siang atau sore hari, sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” katanya.

Berdasarkan pendataan BPBD, berikut rincian lokasi dan dampak banjir rob:

Kampung Sebrang, Kelurahan Genas, Kecamatan Taman Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *