Bangka BelitungPangkalpinang

Buka Peluang Pasar Baru, 35 UMKM Ikuti Pelatihan Olahan Hasil Laut di Bangka Belitung!

11
×

Buka Peluang Pasar Baru, 35 UMKM Ikuti Pelatihan Olahan Hasil Laut di Bangka Belitung!

Sebarkan artikel ini
Pelatihan kewirausahaan UMKM olahan perikanan.
Pelatihan kewirausahaan UMKM olahan perikanan di Bangka Belitung.

BANGKA BELITUNG, BERITA BAIK — Sebanyak 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Hasil Olahan Perikanan.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari Senin hingga Kamis (28-31 Oktober 2024) di Hotel Sun, Pangkalpinang.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Bangka Belitung, Riza Aryani, dan menghadirkan dua instruktur dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam sambutannya, Riza menyampaikan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu sumber daya alam unggulan di Bangka Belitung. Keberadaan laut yang luas dan potensi hasil laut yang melimpah memberikan peluang ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku UMKM.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak pelaku UMKM untuk memasarkan produk seperti ikan teri, cumi, dan udang vaname tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Riza menegaskan bahwa potensi hasil laut yang melimpah membuka peluang bagi UMKM, namun mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pengetahuan tentang teknik pengolahan modern dan higienis, minimnya akses pasar, serta kurangnya inovasi dalam produk olahan.

“Pelatihan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas produk olahan hasil perikanan, sehingga dapat bersaing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.

Riza menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para peserta.

Materi yang diajarkan meliputi teknik pengolahan, inovasi produk, pengemasan, branding, serta manajemen usaha dan pemasaran.

Lebih lanjut, Riza menekankan pentingnya produk yang memenuhi standar mutu, kebersihan, legalitas, dan izin edar.

“UMKM harus melakukan inovasi produk agar dapat menarik minat konsumen. Produk olahan teri, cumi, dan udang yang inovatif dan variatif memiliki daya tarik dan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *