AdvetorialBangka Belitung

DPRD Babel Terus Optimalkan Peningkatan PAD dari Berbagai Sektor 

153
×

DPRD Babel Terus Optimalkan Peningkatan PAD dari Berbagai Sektor 

Sebarkan artikel ini
foto DPRD Babel saat menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait anggaran dengan Pemprov Babel, PT Timah, Pertamina dan Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung, yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah, Senin (28/4/2025) kemarin.

BANGKA BELITUNG, BERITA BAIK, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya meningkatkan pergerakan ekonomi dengan menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dikatakan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait anggaran dengan Pemprov Babel, PT Timah, Pertamina dan Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung, yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah, Senin (28/4/2025) kemarin.

“Kemarin kita sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan instansi terkait, dengan tujuan untuk mencari solusi defisit anggaran yang dialami Babel saat ini. Jika ini tidak cepat diselesaikan maka akan berimbas kepada pergerakan ekonomi,” kata Didit kepada media ini, di Pangkalpinang, Selasa (29/4/2025).

Menurut Didit, pimpinan bersama anggota DPRD yang lain terus berusaha dalam menjaga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para ASN Pemprov Babel dan akan terus memaksimalkan segala potensi yang ada.

“Kami dari DPRD tentunya berusaha untuk menjaga TPP para Bapak/Ibu ASN tetap aman, sehingga daya beli ekonomi masyarakat pun tidak menurun, maka dari itu solusinya adalah dengan memaksimalkan segala potensi yang ada didaerah kita ini,” ungkap Didit.

Sementara itu, dalam RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Babel tersebut, anggota komisi II DPRD Babel, Rina Tarol

yang hadir menyoroti banyak hal yang tidak maksimal dilakukan jajaran Pemerintahan Provinsi Babel terutama Badan Keuangan Daerah berikut Unit Pelaksana Teknis yang berada di daerah daerah Kabupaten.

“Tidak hanya persoalan pajak kendaraan yang tidak tuntas, banyak peluang pendapatan daerah dari sektor lain yang belum atau tidak digarap sama sekali. Sebut saja ada pasir air permukaan, dan  pajak pasir,” kata Rina Tarol saat memberikan tanggapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *