Bangka Belitung

Jelang Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang Suhu Politik Kian Tinggi, Nama Bang Molen Jadi Perbincangan Hangat Dikalangan UMKM hingga Anak Muda

31
×

Jelang Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang Suhu Politik Kian Tinggi, Nama Bang Molen Jadi Perbincangan Hangat Dikalangan UMKM hingga Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Potret Bang Molen yang kerap dekat dengan Masyarakat.
Potret Bang Molen yang kerap dekat dengan Masyarakat.

BANGKA BELITUNG, BERITA BAIK — Suhu politik di Kota Pangkalpinang mulai tinggi menjelang Pilkada Ulang 2025 ini.

Nama Maulan Aklil, atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Bang Molen, ikut mengihiasi baleho kandidat yang ingin maju menjadi Walikota ataupun Wakil Walikota Pangkalpinang.

Meski tidak sebanyak baleho dan spanduk kandidat lainya yang menghiasi setiap sudut dan tepi jalan, namun nama Bang Molen justru mencuat sebagai kandidat kuat, akan memimpn Kota Pangkalpinang 2025-2030 mendatang.

Saat ini, Walikota Pangkalpinang peridoe 2018-2023 tersebut dikabarkan sedang menunggu rekomendasi resmi dari DPP PDI Perjuangan, partai yang sebelumnya mengusung Bang Molen pada periode pertama sebagai Negeri Beribu Senyuman.

Rencana pencalonan ulang ini langsung memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Tak sedikit warga yang menyambut positif kembalinya Bang Molen ke bursa calon kepala daerah, mengingat rekam jejak dan pendekatan kepemimpinannya yang dinilai dekat dengan rakyat.

Salah satu bentuk yang paling sering disebut adalah kepeduliannya terhadap pelaku UMKM dan sektor informal.

“Pak Molen dulu banyak mendukung kegiatan pelatihan dan pemberdayaan usaha kecil. Kami para pedagang merasa diperhatikan, bukan cuma dijanjikan,” ujar Wati (39), seorang warga yang sehari-hari berdagang di kawasan pusat Kota Pangkalpinang.

Wati mengaku, selama masa kepemimpinan Bang Molen, sejumlah program bantuan usaha mikro benar-benar berjalan dan menyentuh kelompok yang membutuhkan.

Pendapat senada juga datang dari kalangan pekerja harian dan ojek daring, yang merasakan manfaat langsung dari pendekatan sosial Bang Molen yang lebih terbuka.

“Selama Bang Molen menjadi walikota, ada ruang dialog yang Beliau buka. Kadang dia langsung turun, nggak hanya duduk di kantor. Itu yang bikin kami merasa dekat,” ujar Soleh, warga lainnya.

Dari sisi anak muda, sosok Bang Molen juga masih punya tempat khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *