Bangka BelitungBudayaEdukasiEkonomi

Melalui Business Pitching, Pemprov Babel Perkenalkan Kain Cual dan Batik Babel ke Kuala Lumpur Malaysia

19
×

Melalui Business Pitching, Pemprov Babel Perkenalkan Kain Cual dan Batik Babel ke Kuala Lumpur Malaysia

Sebarkan artikel ini
Pemprov Babel saat mengikuti Business Pitching secara zoom. Ist

PANGKALPINANG, BERITA BAIK —  Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) memperkenalkan dan menjajaki peluang pasar Eskpor kain cual dan batik asal Bangka Belitung ke Kuala Lumpur Malaysia.

Cual dan batik asal Bangka Belitung diperkenalkan langsung oleh para pelaku usaha kepada Atase Perdagangan Indonesia di Kuala lumpur atas kerjasama Disperindag Babel bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) pada Kamis (5/2/2026) dalam acara Business Pitching yang digelar secara zoom.

Pelaku usaha tersebut diantaranya, CV Media 46 Merk Ishadi Cual, dan CV Sepiak Belitong Merk Sepiak, serta Tanah Wari, Batik Kampung Katak, menampilkan profil usaha dan produknya masing-masing.

Dalam pertemuan itu, Perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar menjelaskan, karakteristik produk fashion yang sesuai dengan permintaan negara Malaysia adalah tidak menerima produk batik dalam bentuk kain.

Batik Indonesia dan Malaysia memiliki kemiripan mengingat asal muasalnya dulunya merupakan budaya nusantara tanpa border. Contohnya motif tenun Kerajaan Pahang yang penenunnya juga didatangkan khusus dari tenaga penenun Palembang yang memiliki keahlian khusus dan kekerabatan yang erat dengan kesultanan Pahang.

“Pangsa pasar di Malaysia untuk cual/tenun premium Babel yang kurang lebih seharga RM 1500 dinilai relatif mahal sehingga akan sulit mencari buyer,” katanya

Selain itu untuk dapat masuk pasar Malaysia, lebih jauh dijelaskannya, agar tidak menonjolkan ikon atau kebanggaan Indonesia tertentu yang mungkin tidak dikenal konsumen di Malaysia, namun dapat dikombinasikan motif tertentu dengan ikon Malaysia seperti Petronas.

“Untuk motif tertentu yang tidak digunakan untuk pakaian harian dapat berkolaborasi dengan butik atau mengikuti pameran, misalnya Pameran MIHASS. Harga ritel yang bisa masuk dipasar Malaysia sekitar RM 30-40 memiliki potensi yang besar,” ujarnya

Selain itu juga, alternatif lain bekerjasama dengan fashion Malaysia yang biasa menyelenggarakan fashion show dan pameran di hotel bintang lima. Setelah mengikuti pameran, pelaku usaha diarahkan melakukan B to B dengan pelaku usaha Malaysia dan disertai dengan promosi yang efektif,seperti Tiktok dan Shopee Malaysia.

Dirinya mencontohkan, produk sukses asal Indonesia seperti spageti wow, Tabole Bole dan Produk fashion Damakara yang menyedot perhatian masyarakat di Malaysia melalui medsos tersebut atau mengusahakan kolaborasi dengan model Indonesia yang berdomisili di Malaysia melalui ajang tertentu.

“Akan lebih efektif lagi apabila dilakukan pameran berturut-turut selama 3 tahun agar dikenal dan dingat oleh peminat atau calon buyer di Malaysia.

Penting sekali disadari bahwa ekspor itu tidak boleh menjadi euphoria tetapi harus mengedepankan kelengkapan dokumen kepabeanan untuk menghindari kerugian-kerugian serta dampak perdagangan yang dapat berimbas ke permasalahan hukum,” imbuhnya.

Kegiatan Business Pitching diikuti oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel Fred Ferdiansyah dan Bea Cukai Pangkalpinang Agung Hermawan, Kasfia Jihan dari Direktorat P2IE Kemendag RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *