Bangka BelitungPangkalpinang

Pangkalpinang di Bawah Kepemimpinan Bang Molen: Dari Investasi Hingga Lapangan Kerja, Semua Meningkat!

254
×

Pangkalpinang di Bawah Kepemimpinan Bang Molen: Dari Investasi Hingga Lapangan Kerja, Semua Meningkat!

Sebarkan artikel ini
Sosok Bang Molen yang dekat dengan masyarakat.
Sosok Bang Molen yang dekat dengan masyarakat.

BANGKA BELITUNG, BERITA BAIK — Menjelang Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025, nama Maulan Aklil atau yang akrab disapa Bang Molen tetap kuat melekat di hati masyarakat. Kepemimpinannya selama lima tahun terakhir dinilai membawa perubahan signifikan, bukan sekadar janji politik.

Pembangunan yang telah berjalan di bawah kepemimpinan Bang Molen menorehkan hasil nyata, mulai dari stabilitas ekonomi, peningkatan investasi, hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Hal ini membuat harapan besar untuk melanjutkan kepemimpinannya semakin kuat di masyarakat Pangkalpinang.

Investasi Melesat Jadi Motor Penggerak Ekonomi Pangkalpinang

Salah satu pencapaian paling mencolok adalah lonjakan investasi yang signifikan. Pada 2020, investasi di Pangkalpinang mencapai Rp 2 triliun, jauh melampaui target RPJMD sebesar Rp 500 miliar. Pada 2021, investasi bahkan meningkat tajam hingga Rp 3,3 triliun, mengalahkan target awal Rp 550 miliar.

Sektor perdagangan, transportasi, gudang, dan komunikasi menjadi fokus utama investasi, yang tak hanya terlihat dari angka tapi juga realisasi fisiknya. Target renstra tahun 2021 sebesar Rp 280 miliar berhasil dilampaui dengan capaian Rp 438 miliar.

Lonjakan investasi ini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan sosial kota.

Pertumbuhan penduduk mencapai 3,35 persen atau bertambah sekitar 7.409 jiwa dalam setahun, menunjukkan Pangkalpinang semakin diminati sebagai tempat tinggal dan berusaha.

Suara Masyarakat: Pembangunan dan Kemudahan Investasi Dirasakan Langsung

Nurdin (41), pengusaha kecil di Kecamatan Gerunggang, mengaku usahanya berkembang pesat karena kota kini lebih ramai dan peluang usaha terbuka lebar.

“Saya nggak tahu persis siapa yang bikin, tapi kota ini sekarang terasa lebih ramai. Peluang usaha juga banyak. Mungkin karena sistem perizinannya yang lebih mudah,” ujarnya.

Sementara Dina (32), ibu rumah tangga di Kecamatan Gabek, memuji perbaikan fasilitas transportasi yang memudahkan mobilitas warga, terutama untuk suaminya yang bekerja di bidang logistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *