BANGKA BELITUNG, BERITA BAIK — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) TPID di Ruang Smart City (RSC) Lantai 2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, pada Rabu, 12 Maret 2025. Rapat ini membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Idul Fitri 1446 H.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, S.Sos., M.Si, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, ST, M.Si, serta perwakilan dari Polresta Pangkalpinang, Kodim 0413/Bangka, Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Bulog, Bank Indonesia, BPS, dan berbagai OPD terkait.
Dalam pemaparannya, Pj. Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, menekankan bahwa ketersediaan pasokan dan distribusi pangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga.
“Laporan formal menunjukkan bahwa stok bahan pokok masih mencukupi. Namun, kita perlu memastikan tidak ada praktik penimbunan atau spekulasi harga. Oleh karena itu, TPID akan melakukan survei dan pemantauan di pasar untuk mendapatkan data yang lebih akurat,” tegasnya.
Beliau juga meminta TNI dan Polri untuk turut serta dalam pengawasan distribusi LPG 3 kg guna menghindari potensi pengoplosan yang dapat merugikan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, menambahkan bahwa rakor ini juga menjadi wadah koordinasi dengan BPS, BI, dan Bulog dalam menanggapi isu kelangkaan LPG, bahan pokok, serta pupuk yang dapat berdampak pada inflasi di daerah.
Dari data yang dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, inflasi tahunan per Februari 2025 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,34% (yoy). Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga tarif listrik, beras, dan cabai merah.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung mencatat bahwa sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan menjadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 18,72%.
Dari sisi harga pangan, Bulog Kancab Bangka melaporkan bahwa stok beras mencapai 1.744 ton, dan pihaknya telah menyalurkan 676,54 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) untuk menjaga stabilitas harga. Harga eceran tertinggi (HET) untuk beras SPHP dipatok sebesar Rp13.100/kg, sementara Minyakita dijual seharga Rp15.700/liter.












